MARI BELAJAR KIMIA

STRUKTUR ATOM

MARI BELAJAR MATEMATIKA

PERSAMAAN LINIER

BELAJAR BIOLOGI

MAKHLUK HIDUP

BELAJAR JEPANG YUK

MEMBUAT SUSHI

Kamis, 16 Mei 2019

Peradaban Awal

A. Pengertian Masa Pra Aksara

Pra Aksara atau Pra Sejarah atau Nirleka ( nir : tidak ada, leka : tulisan ). adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia, dengan kata lain Masa Pra aksara berarti jaman sebelum  ditemuklan tertulis /jaman sebelum manusia mengenal tulisan.Masa berakhirnya jaman pra aksara tidak sama di masing masing wilayah, misalnya di Mesir Kuno 3000 tahun sebelum masehi sudah ditemukan peninggalan tertulis berupa huruf hierogliph, sedangkan di Indonesia peninggalan tertulis tertua yang ditemukan adlah prasasti yupa peninggalan kerajaan Hindu Kutai pada abad ke 5 atau sekitar tahun 400 an Masehi.

Denagn tidak adanya peninggalan tertulis, maka sumber untuk mengungkap keberadaannya berupa peninggalan – peninggalan antara lain fosil, artefak. 

  1. Fosil, merupakan sisa sisa makhluk hidup yang telah membatu karena tertimbun dalam tanah selama berjuta tahun. Fosil bisa berupa kerangka manusia, hewan ataupun tumbuh tumbuhan.

  2. Artefak, merupakan benda benda perlengkapan hidup manusia purba yang masih tersisa, seperti : dolmen, kjoken modinger, kapak perunggu, kapak batu dll

 

Kurun waktu berlangsungnya sangat lama yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan sampai mengenal tulisan. hal ini untuk mesing – masing bangsa tidak sama untuk bangsa indonesia jaman pra aksara berakhir sekitar tahun 400 masehi atau abad ke 5.

Pembabakan / periodisasi masa pra aksara meliputi :

1.     Berdasarkan ilmu Geologi meliputi :

1.      Jaman Arkeozoikum ( ± 2500 juta tahun yang lalu) yaitu zaman sebelum adanya kehidupan

2.      Jaman Paleozoikum ( ± 340 juta tahun ) yaitu zaman purba tertua

3.      Jaman Mesozoikum ( 251 – 65 juta tahun ) yaitu zaman purba tengah,pada masa ini hewan mamalia,burung,amfibi dan tumbuhan mulai ada

4.      Jaman Neozoikum ( 60 juta tahun ) yaitu zaman purba baru,zaman ini dapat di bagi lagi menjadi 2 tahap yaitu tersier& quarter,zaman es mulai menyusut dan makhluk2 dan manusia mulai hidup

2.     Berdasarkan teknologi yang di hasilkan meliputi :

a.      Jaman Batu yang terbagi menjadi :

1.     Jaman Batu Tua ( paleolithikum ) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. • Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu: 1.Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus) 2.Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis

2.     Jaman Batu Madya ( Mesolithikum ) secara bahasa dapat diartikan sebagai batu tengah, merupakan tahapan perkembangan masyarakat masa pra sejarah antara batu tua dan batu muda. Tidak jauh berbeda dengan peride sebelumnya, kehidupan berburu atau mengumpulkan makanan. Namun manusia pada masa itu juga mulai mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga di lokasi-lokasi tersebut banyak ditemukan berkas-berkas kebudayaan manusia pada zaman itu

3.     Jaman Batu Baru ( Neolithikum ) artinya zaman batu muda. Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Cara hidup untuk memenuhi kebutuhannya telah mengalami perubahan pesat, dari cara food gathering menjadi food producting, yaitu dengan carabercocok tanam dan memelihara ternak. Pada masa itu manusia sudah mulai menetap di rumah panggung untuk menghindari bahayabinatang buas. Manusia pada masa Neolitikum ini pun telah mulai membuat lumbung-lumbung guna menyimpan persediaan padi dan gabah

4.     Jaman Batu Besar ( Megalithikum ) 
berasal dari kata mega yang berarti besar, dan lithos yangberarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar,karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkankebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zamanPerunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan. Walaupunkepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu kepercayaanterhadap roh nenek moyang, Kepercayaan ini muncul karena pengetahuanmanusia sudah mulai meningkat.

b.     Jaman Logam yang terbagi menjadi :

1.     Jaman Perunggu

2.     Jaman Tembaga

3.     Jaman Besi


B. Jenis – Jenis Manusia Indonesia Yang Hidup Pada Masa Pra Aksara

1.    Megantropus paleojavanicus
diketemukan didaerah sangiran solo oleh Von Konigswald tahun 1936.

2.    Pithekantropus Mojokertensis
Ditemukan di daerah perning Mojokerto oleh Cokro Handoyo tahun 1936.

3.    Pithekantropus Erectus
Ditemukan didaerah Trinil lembah Bengawan Solo Ngawi oleh Eugine Duboise tahu 1890.

4.    Homo Soloensis
ditemukan di lembah Bengawan Solo di Ngandong oleh Ter Haar dan Ir. Openoreth tahun 1931 – 1934.

5.    Homo Wajakensis
Ditemukan di daerah Wajak Tulungagung oleh Van Reischoten tahun 1889.

 

 

C. Perkembangan corak kehidupan dan peralatan yang digunakan manusia purba dibagi menjadi 4 tahap :

1.    Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
corak kehidupan :

·           Nomaden ( berpindah – pindah )

·           Kebutuhan hidup tergantung pada alam

Peralatan yang digunakan :

·           Kapak berimbas

·           Kapak penetak

·           Kapak genggam

2.    Masa Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjutan
Corak kehidupan :

·           Bertempat tinggal di gua – gua ( setengah menetap )

·           Sudah mengenal api

·           Sudah mengenal bertanam sederhana

Peralataan yang digunakan :

·           Kapak berimbas

·           Kapak penetak

·           Kapak genggam

·           Peralatan serpih

·           Peralatan dari tulang

3.    Masa bercocok tanam

Ø  Sudah mampu mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam

Ø  Sudah mampu menghasilkan makanan sendiri

Ø  Sudah mulai hidup menetapSudah mengenal sistem gotong royong

Peralatan yang digunakan :

Beliung : Kapak batu, mata anak panah, mata tombak, gerabah

Beliung persegi > batu yang sudah dihaluskan pada sisi - sisinya

4.    Masa Perundagian
Corak kehidupan pada masa perundagian

Ø  Manusia terbagi dalam kelompok – kelompok yang memiliki ketrampilan

Ø  Manusia membangun tempat pemujaan dari batu – batu besar.

Peralatan yang digunakan :

Ø  Kapak perunggu ( kapak corong, kapak sepatu ), nekara, moko, peralatan upacara manik – manik dll.


D. Sistem Kepercayaan dan Peninggalan – Peninggalan kebudayaan pada masa perundagian :

1.      Sistem kepercayaan a.l.

·      Anismisme

Yaitu kepercayaan kepada nenek moyang terhadap roh ( jiwa ) nenek moyang yaang telah meninggal dan masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia.

·      Dinamisme

Yaitu paham kepercayaan terhadap benda – benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib

·      Totemisme

Yaitu paham kepercayaaan yang menganggap suci / memiliki kekuatan supranatural roh binatang tertentu seperti harimau, sapi, ular, dan kucing.

·      Shamamisme

Yaitu paham pemujaan terhadap pelaksana upacara ritual, misal dukun / kepala suku


2.     Bentuk bangunan masa perundagian

·      Menhir

Yaitu tiang batu sebagai tugu peringatan kepada arwah nenek moyang

·      Dolmen

Yaitu meja batu tempat meletakkan sesaji

·      Peti kubur batu

Yaitu Lempengan batu besar berbentuk kotak persegi panjang sebagai peti jenasah

·      Sarkofagus

Yaitu Bangunan batu besar berbentuk seperti mangkuk sepasang sebagai peti jenasah

·      Patung nenek moyang

yaitu bangunan berbentuk arca bagian kepala sebagai lambang nenek moyang

·      Punden berundah

Yaitu Susunan batu bertingkat menyerupai candi sebagai upacara pemujaan

·      Waruga

yaitu Peti kubur batu berukuran kecil berbentuk kubus dan memiliki tutup dari lempengan batu lebar


E. Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Penduduk yang berasal dari daratan Asia terutama dari Yunan atau lembah sungai Nekong ( cina ) dan lembah sungai Salwen ( India ) inilah yang di sebut sebagai asal mula nenek moyang Bangsa Indonesia.

Nenek moyang bangsa Indonesia yang menetap di  Nusantara disebut suku bangsa Melayu Indonesia dari rumpun bagsa Indonesia, kemudian berdasarkan proses menetapnya dibedakan menjadi dua yaitu bangsa melayu Tua ( proto melayu ) dan bangsa melayu muda ( deutro melayu ).


Relasi dan Fungsi

RG Squad, dalam belajar matematika, kamu pasti sudah tidak asing dengan kata relasi dan fungsi bukan? Yup, relasi dan fungsi adalah salah satu konsep yang penting dalam belajar matematika. Ada banyak permasalahan matematika yang dapat diselesaikan menggunakan relasi dan fungsi. Berikut ini penjelasan selengkapnya, yuk simak bersama-sama.
Relasi
Menyatakan hubungan antara suatu anggota himpunan dengan anggota himpunan lainnya. Himpunan A dan himpunan B dikatakan memiliki relasi jika ada anggota himpunan yang saling berpasangan. Relasi antara dua himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara yaitu dengan diagram panah, himpunan pasangan berurutan, dan diagram Cartesius.
1. Diagram Panah
Diagram panah merupakan cara yang paling mudah untuk menyatakan suatu relasi. Diagram ini membentuk pola dari suatu relasi ke dalam bentuk gambar arah panah yang menyatakan hubungan antara anggota himpunan A dengan anggota himpunan B.
Misalnya, ada 4 orang anak yaitu Ali, Siti, Amir dan Rizki. Mereka diminta untuk menyebutkan warna favorit mereka. Ali menyukai warna merah, Siti menyukai warna ungu, Amir menyukai warna hitam, dan Rizki menyukai warna merah. Dari hasil uraian tersebut, terdapat dua buah himpunan. Himpunan pertama adalah himpunan anak, kita sebut himpunan A dan himpunan yang kedua adalah himpunan warna, kita sebut himpunan B. Hubungan antara himpunan A dan himpunan B dapat di ilustrasikan dengan diagram panah seperti berikut:
relasi dan fungsi
Jadi, dapat disimpulkan bahwa diagram panah di atas merupakan relasi antara anak dengan warna yang mereka sukai. Relasi antara kedua himpunan tersebut dapat dinyatakan dengan panah-panah yang memasangkan anggota himpunan A dengan anggota himpunan B. 
2. Himpunan Pasangan Berurutan
Selain dengan diagram panah, suatu relasi juga dapat dinyatakan dengan menggunakan himpunan pasangan berurutan. Caranya dengan memasangkan himpunan A dengan himpunan B secara berurutan. Kita dapat mengambil contoh dari contoh diagram panah tadi.
Ali menyukai warna merah
Siti menyukai warna ungu
Amir menyukai warna hitam
Rizki menyukai warna merah
Dari uraian di atas kita dapat menyatakan relasinya dengan himpunan pasangan berurutan seperti berikut:
(Ali, merah), (Siti, ungu), (Amir, hitam), (Rizki, merah).
Jadi, relasi antara himpunan A dengan himpunan B dinyatakan sebagai himpunan pasangan berurutan (x,y) dengan x ∈ A dan y ∈ B.
3. Diagram Cartesius
Menyatakan relasi antara dua himpunan dari pasangan berurutan yang kemudian dituliskan dalam bentuk dot (titik-titik). Contoh dari relasi antara anak dengan warna kesukaannya yaitu himpunan A = {Ali, Siti, Amir, Rizki} dan himpunan B = {merah, ungu, hitam}, dapat digambarkan dalam bentuk diagram Cartesius seperti di bawah ini:
relasi dan fungsi
Fungsi
Fungsi (pemetaan) merupakan relasi dari himpunan A ke himpunan B, jika setiap anggota himpunan A berpasangan tepat satu dengan anggota himpunan B. Semua anggota himpunan A atau daerah asal disebut domain, sedangkan semua anggota himpunan B atau daerah kawan disebut kodomain. Hasil dari pemetaan antara domain dan kodomain disebut range fungsi atau daerah hasil. Sama halnya dengan relasi, fungsi juga dapat dinyatakan dalam bentuk diagram panah, himpunan pasangan berurutan dan dengan diagram Cartesius.

Jadi, dari diagram panah di atas dapat disimpukan:
Domain adalah A = {1,2,3}
Kodomain adalah B = {1,2,3,4}
Range fungsi = {2,3,4}
Sebuah fungsi dapat dinotasikan dengan huruf kecil sepeti f, g, h. Misal, fungsi f memetakan himpunan A ke himpunan B dinotasikan f(x) dengan aturan f : x → 3x+3. Artinya fungsi f memetakan x ke 3x+3. Jadi daerah bayangan x oleh fungsi f adalah 3x+3 sehingga dapat dinotasikan dengan f(x) = 3x+3. Dari uraian ini dapat dirumuskan:
Jika fungsi f : x → ax +b dengan x anggota domain f , maka rumus fungsif adalah f(x) = ax+b
Dengan menghitung nilai fungsi, kita dapat mengetahui nilai fungsi yang dapat menghasilkan himpunan kawan (kodomain) dari himpunan asal (domain). Supaya lebih jelas, coba kerjakan contoh soal di bawah ini ya.
  • Diketahui fungsi f : x  3x + 3 pada himpunan bilangan bulat. Tentukan:
  1. f(3)
  2. bayangan (-2) oleh f
  3. nilai f untuk x = -4
  4. nilai x untuk f(x) = 6
  5. nilai a jika f(a) = 12
Jawab:
Fungsi f : x  3x + 3
Rumus fungsi: f(x) = 3x+3
  1. f(3) = 3(3)+3 = 12
  2. bayangan (-2) oleh f sama dengan f (-2), jadi f(-2) = 3(-2)+3 = -3
  3. nilai f untuk x = -4 adalah f (-4) = 3(-4)+3 = -9
  4. nilai x untuk f(x) = 6 adalah
3x + 3 = 6
3x = 6-3
3x = 3
x = 1
5. nilai a jika f(a) = 12
3a + 3 = 12
3a = 12 – 3
3a = 9
a = 3